Tips Lengkap Memberi Mpasi Pada Bayi | Serba Serbi Panduan Mpasi

TIPS AGAR 'EKSIS' DI TWITTER | 9 Tips Agar Kicauan di Twitter Dilirik dan WAJIB CUCI TANGAN SETELAH MENGUNJUNGI 10 TEMPAT INI | Tempat-tempat Banyak Kuman yang Sering Dikunjungi Anak
Tapi begitu menginjak usia 6 bulan ke atas, asupan bayi harus ditambah dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Nah, berikut panduan soal MPASI yang perlu Anda ketahui!

Terlalu Cepat vs Terlambat

Jangan memperlihatkan MPASI terlalu cepat (sebelum usia 6 bulan). Di samping pencernaannya belum sempurna, tindakan itu hanya akan memperbesar potensi bayi terkena alergi makanan.

Juga, derma MPASI terlalu cepat akan menimbulkan insting bayi untuk mengisap akan menurun sehingga jumlah ASI yang dikonsumsi juga menurun. Kekurangan gizi banyak terjadi lantaran derma MPASI yang terlalu dini.

Jangan pula berikan MPASI terlambat (hanya ASI saja setelah 6 bulan ke atas). Tak baik bagi pertumbuhannya. Bayi bisa menderita kekurangan gizi, berat dan panjangnya tidak sesuai dengan yang seharusnya dicapai. Karena ASI sehabis usia 6 bulan tidak bisa mencukupi kebutuhan bayi lagi.

Mulai Usia 6 Bulan

Berikan MPASI ketika bayi berusia 6 bulan ke atas. Mengapa? Biasanya ketika itu, bayi sudah bisa menopang kepalanya sendiri secara tegak dan menegakkan dadanya. Dengan demikian bisa dikatakan proses menelannya sudah lebih baik. Sedangkan kalau kepalanya masih goyang-goyang, ditakutkan proses menelannya belum sempurna, maka dikhawatirkan akan tersedak. Juga, fungsi pencernaan bayi pada usia tersebut sudah lebih baik.

Tanda Bayi Siap MPASI

Berikut tanda bayi yang siap MPASI:
- Mampu duduk tegak walau masih harus dibantu
- Mampu menegakkan kepala dengan baik
- Tampak tertarik melihat makanan, sendok dan garpu
- Tidak lagi mempunyai “refleks menolak dengan lidah” setiap kali masakan padat disuapkan ke mulutnya
- Mampu mendapatkan masakan yang disuapkan dengan sendok, yang mungkin terjadi bila bayi telah bisa menggerak-gerakkan lidahnya maju-mundur dan ke kiri-kanan

Tunjang Berat Badan Bayi

MPASI diperlukan sanggup menunjang berat tubuh bayi supaya sesuai dengan Kartu Menuju Sehat (KMS), yakni: pada triwulan pertama, penambahan berat tubuh bayi sebanyak 750-1000 gr/bln, triwulan kedua sebanyak 600 gr/bln, triwulan ketiga sebanyak 400 gr/bln, dan triwulan keempat sebanyak 200-300 gr/bln.

Bubur Susu

Perkenalkan jenis MPASI kepada bayi secara bertahap. Itulah yang dianjurkan oleh semua Dokter Spesialis Anak (DSA).

Sebagai tahap awal, bayi yang sudah berusia 6 bulan sanggup diberikan masakan bertekstur lunak dan cair menyerupai bubur susu, yaitu tepung beras plus susu. Pemberian bubur susu ini dimulai dari 1x sehari, dan sedikit demi sedikit hingga 2x dalam sehari.
Berikan pada bayi satu jenis masakan gres selama 3-4 hari berturut-turut untuk mengetahui apakah bayi cocok dengan masakan tersebut atau tidak.

Selain bubur susu, pure buah juga sanggup diberikan. Cairan pure yang sanggup dipakai yaitu ASI, susu formula atau air matang. Caranya, berikan 1-2 sendok makan pure kepada bayi. Jika tidak ada masalah, tingkatkan secara bertahap.

Jenis buah yang sanggup diberikan berupa pisang (pisang raja atau pisang ambon), alpukat, labu dan pepaya. Setiap jenis buah diberikan 3-4 hari berturut-turut supaya bayi sanggup mengenal rasa. Setelah itu, gres mencoba buah yang lain.

Nasi Tim Saring

Dengan bertambahnya usia bayi, maka masakan yang diasup bayi juga akan meningkat. Setelah bubur susu, sebaiknya bayi mulai dikenalkan dengan masakan yang berbentuk bubur atau nasi tim saring. Makanan ini terdiri dari beras, lauk pauk (hewani atau nabati), dan sayur.

Pemberiannya pun bergantian antara bubur susu dan tim saring. “Pada frekuensi awal, bubur susu diberikan 1-2 kali sehari. Namun ketika usia bayi 7 bulan, mengalami peningkatan, dimana bubur susunya 2x, sedangkan tim saringnya diberikan satu kali sehari. Ketika usia 8 bulan, bubur susu diberikan hanya sekali, tim saringnya menjadi dua kali dengan isi yang lebih beragam. Begitu usia bayi 9-10 bulan, gres diberikan tim saring sebanyak 3 kali sehari,” papar dr Tinuk Agung Meilany SpA.

Nasi Lembek

Sesudah semua tahapan tersebut, gres anak diberikan nasi putih biasa. Disarankan nasinya masih berupa nasi yang lembek. Namun, ada juga anak yang tidak bermasalah diberikan nasi biasa. Jadi, bergantung kemampuan masing-masing anak, lantaran usia lebih dari 8 bulan, anak sudah tumbuh gigi, otomatis lebih pandai mengunyah.

Satu Macam Sayur Dulu

Pemberian sayur untuk anak pun sangat disarankan. Sayur yang baik yaitu mengandung vitamin dan mineral, biasanya terdapat pada sayuran berwarna hijau atau orange (bayam, kacang, buncis, wortel).
Tapi, bukan berarti sayuran berwarna lain tidak bergizi, hanya saja kandungannya lebih rendah.
Tahapannya mulai dari 1 macam sayur, jangan eksklusif 3 macam. Sebab anak bisa diare. Bayi harus harus menyesuaikan diri dulu dengan masakan barunya.

Bakat Alergi: Tunda Telur

Begitu anak makan bubur boleh mulai diberikan telur. Tapi harus diperhatikan untuk belum dewasa yang punya talenta alergi, disarankan untuk memperlambat derma telur, yaitu pada usia lebih dari setahun atau lebih manis ketika usia 2 tahun.

Selain itu, derma telur sebaiknya dimulai dari kuning telur terlebih dahulu, lantaran alergen biasanya berasal dari protein yakni putih telurnya, sementara kuning telur banyak mengandung lemak dan vitamin.

Ikan: Menjelang Satu Tahun

Pada dasarnya, masakan yang diberikan untuk bayi yaitu masakan yang sehat, yang terdiri atas beras, lauk-pauk (hewani dan nabati), buah-buahan dan pelengkap susu. Sama halnya dengan memperlihatkan masakan padat, lauk-pauk pun harus diberikan secara bertahap. Mulai dari daging ayam yang dihaluskan, kemudian diselingi dengan daging sapi, hingga ketika usianya mendekati satu tahun, si kecil sudah boleh diberi ikan.

Tahapan MPASI

Ditegaskan dr Endang Peddyawati MS SpGK MARS, derma MPASI dimulai dari bentuk masakan encer menuju ke bentuk kental secara bertahap. Semuanya itu diadaptasi dengan usia bayi dan kemampuan bayi mendapatkan masakan serta kebutuhan bayi akan kecukupan zat gizinya. Perinciannya sebagai berikut:

- Umur 6 – 8 bulan: sanggup diberikan ASI, buah dan bubur susu/ biskuit.
- Usia 8 – 10 bulan: sanggup diberikan ASI, buah, biskuit, bubur susu, bubur saring. Bila perlu, berikan masakan selingan menyerupai finger foods (makanan yang gampang dipegang). Misalnya, wortel yang masih mentah atau direbus setengah matang, penggalan buah apel atau pir, kentang goreng dan lainnya. Pada usia ini, masakan bayi sudah boleh dibubuhi kuning telur atau ayam masak.
- Usia 10 – 12 bulan: sanggup diberikan ASI, buah, biskuit, bubur susu, nasi tim lembek.
- Pada usia 1 tahun ke atas: di samping masih mengonsumsi ASI juga sudah bisa diberikan nasi dengan lauk pauk dan buah.
okezone.com

TIPS LENGKAP MEMBERI MPASI PADA BAYI, SERBA SERBI PANDUAN MPASI, Saat Tepat Memberi MPASI Pada Bayi, Jadwal Pemberian MPASI, Tahapan Pemberian MPASI Pada Bayi, Bahan Makanan Yang Tepat Untuk MPASI, Tips Mencegah Alergi Pada Bayi, Cara Sehat dan Tepat Memasak MPASI, Tips Merawat Bayi
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Posts