5 Cara Menstimulasi Indera Peraba Bayi 0 - 6 Bulan

Pada usia nol hingga enam bulan, kemampuan indera bayi terus mengalami pertumbuhan. Maka dari itu, sebagai orang tua, anda harus memberikan stimulasi yang tepat agar indera perabanya berkembang dengan maksimal.



Dalam proses menstimulasi atau memberikan rangsangan pada bayi, umumnya akan melibatkan indera pendengaran dan penglihatan. Meski demikian, peran orang tua jauh lebih besar untuk mengoptimalkan kemampuan melalaui indera peraba bayi 0 - 6 bulan.

Lima Cara Menstimulasi Indera Sentuhan Pada Bayi di Usia 0 – 6 Bulan

1. Membiarkan Bayi Untuk Merasakan Beragam Sensasi Melalui Indera Perabanya

Pada usia 0 – 3 bulan indera peraba merupakan alat berkomunikasi bagi bayi. Umumnya jika belum bisa berbicara, sentuhan lembut melalui tangannya di wajah anda menandakan ucapan terima kasih. Belaian lembut dari tangan anda juga menjadi salah satu alat untuk berkomunikasi dengannya.

Dengan mengusap lembut, menggelitik, lalu menggaruk pelan ke bagian kepalanya, bisa memberikan stimulasi sentuhan pada bayi. Bahkan tindakan ini dapat membantu Si Kecil untuk meningkatkan berat badan, aktivitas, dan kesiagaan bagi bayi prematur.

2. Ketika Memandikan Bayi Coba Untuk Merasakan Sensasi Dari Usapan Handuk

Sebelum memulai memandikan bayi, biarkan permukaan kulitnya merasakan handuk sebagai kain alas. Usaplah dan sentuh seluruh permukaan tubuh Si Kecil sebelum mulai memandikannya.

Lakukan juga stimulasi sentuhan setelah memandikan bayi dengan memakaikan baju. Hal tersebut akan membantu bayi untuk lebih mengenal berbagai macam tekstur dan suhu dari banyak barang.

3. Ketika Menyusui Cobalah Menstimulasi Dengan Sentuhan Anda

Ketika bayi sedang disusui, anda bisa mencoba menstimulasinya memakai kalung manik – manik. Pilihlah model yang memiliki berbagai macam bentuk, tekstur, ukuran dan berat untuk di sentuh sekaligus dipegang bagi Si Kecil.

Pastikan kalung harus kuat, tidak mudah putus, dan tidak mengandung bahan yang beracun atau bahan berisiko lainnya. Selain itu, anda juga bisa membiarkan tangannya menggenggam salah satu jari anda saat menyusu.

4. Menstimulasi Saat Melakukan Pijatan

Upaya lain yang bisa anda lakukan untuk menstimulasi indera adalah dengan melakukan pijatan. Hal ini bisa memperkuat rasa kasih sayang dan emosional bagi ibu dan anak. Namun, jangan asal untuk menekan badan bayi, lakukan dengan lembut dan teratur.

5. Menstimulasi Saat Mengganti Popok

Selain menstimulus saat memandikan dan menyusui, indera peraba dapat diasah saat mengganti popok, mengganti pakaian, dan menggendong sambil memeluk bayi. Tiap sentuhan indera peraba bayi 0 - 6 bulan dapat membantu lebih sensitif.

Demikianlah lima cara yang bisa dilakukan para ibu untuk menstimulasi indera peraba bayinya, info lebih detail dapat diakses di link berikut ini https://merries.co.id/community-parenting/tumbuh-kembang/cara-menstimulasi-indera-peraba-bayi-usia-0-6-bulan

Semoga bermanfaat 😊

Share:

Pentingnya Investasi Jangka Pendek untuk Kehidupan yang Berkelanjutan

Investasi bukanlah suatu hal yang asing lagi bagi masyarakat. Banyak yang mengira bahwa investasi sama dengan menabung pada umumnya. Padahal manfaat investasi jauh lebih besar daripada menabung. Keuntungan dari menabung sangatlah kecil dan bergantung pada besar bunga yang diberikan serta seberapa sering kita menabung.

Sedangkan investasi lebih kepada penanaman dana untuk modal suatu produksi dengan nilai yang tinggi dengan tujuan untuk memperolah keuntungan berlipat ganda di kemudian hari. Besarnya keuntungan yang menggiurkan tersebut mampu menarik banyak orang untuk mulai belajar investasi. Terlebih media informasi yang memuat seputar dunia investasi semakin mudah ditemui di era modern seperti sekarang.

                Hadirnya teknologi internet di tengah kehidupan masyarakat ternyata berdampak positif terhadap dunia investasi. Semakin banyak masyarakat yang mulai tertarik untuk terjun langsung ke dalam dunia investasi agar bisa mendapatkan keuntungan. Namun, sebelum memutuskan untuk menjadi seorang investor alangkah baiknya memahami terlebih dahulu unsur-unsur yang terdapat dalam proses investasi.

Berdasarkan bentuknya, investasi dibedakan menjadi investasi riil yang kasat mata (terlihat) dan investasi finansial yang tidak kasat mata (tidak terlihat). Waktu atau tempo investasi pun juga terbagi menjadi investasi jangka pendek (kurang dari 1 tahun), jangka menengah (1 sampai 5 tahun) dan investasi jangka panjang (lebih dari 5 tahun). Sedangkan untuk jenis produk investasi yang ditawarkan saat ini sangat beragam seperti emas, tanah, properti, saham, reksa dana, valuta asing, dan masih banyak lagi.

                Masuknya teknologi yang serba digital seperti sekarang ini membuat kegiatan investasi menjadi semakin mudah dan nyaman. Para investor dari berbagai bidang tidak perlu menggunakan cara-cara tradisional yang menguras banyak waktu dan tenaga agar bisa menanamkan modalnya. Investor sudah bisa menanamkan modal melalui jaringan internet atau yang disebut dengan investasi online. Prinsip penanaman modal yang berlaku dalam sistem investasi secara online adalah perputaran mata uang digital atau e-money yang lebih aman dan cepat prosesnya. Proses pengamatan atau monitoring informasi investasi seperti tren, harga, dan sebagainya sangatlah mudah dipahami dan tentunya update setiap waktu.


                Nah, bagi yang ingin memulai investasi tetapi bingung memilih partner yang mampu memenuhi setiap kebutuhan investasi anda maka Amarta bisa menjadi pilihan yang tepat. Ya, platform investasi yang memiliki fokus pada pendanaan pengusaha mikro terutama dari kaum wanita di pedesaan ini sudah berdiri sejak 2010. Selain menawarkan keuntungan yang mencapai 15% setiap tahun, investor juga diajak untuk turut serta dalam pembangunan ekonomi desa dan mendukung produk lokal buatan dalam negeri melalui usaha mikro. Dibantu dengan sistem pengelolaan risiko yang baik di bawah pengawasan OJK dan jaminan pendanaan berasuransi membuat investor merasa nyaman dan aman untuk menanamkan investasinya di sini.

Share:

10 Platform P2P Lending Terbaik Versi KPMG di Fintech Edge!

Pesatnya perkembangan dunia finansial di Indonesia membuat masyarakat yang tadinya kurang aware dan tidak tertarik terhadap dunia finansial dan investasi, sekarang sebaliknya. Layanan keuangan dalam finansial merupakan tulang punggung ekonomi yang memungkinkan masyarakat untuk dapat menabung ataupun berinvestasi. Namun, ada juga beberapa dari kita yang tidak memiliki akses layanan keuangan yang dasar sehingga menghambat tumbuhnya ekonomi.



Bank dunia telah memberikan pujian kepada Indonesia, karena memberikan kemajuan yang cukup signifikan untuk membawa masyarakatnya ke dalam sistem keuangan formal yang dalam 3 tahun terakhir hampir 50% orang di Indonesia sekarang memiliki rekening bank Tentunya ini mencerminkan titik balik dalam jalur meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

Geliat inklusi keuangan di Indonesia juga menarik perhatian dari sebuah perusahaan audit, pajak, dan konsultasi internasional yaitu KPMG yang beroperasi di 153 negara dan memiliki kurang lebih 207.000 orang pekerja di seluruh dunia, termasuk di Indonesia KPMG Indonesia adalah salah satu praktisi terbesar di negara ini, dengan memberikan layanan kepada para perusahaan multinasional, perusahaan patungan, maupun perusahaan domestik di berbagai sektor bisnis.

KPMG Indonesia menyoroti sektor lending di Indonesia yang terutama didorong oleh pertumbuhan Startup Peer-to-Peer (P2P) Lending yang tumbuh dengan signifikan.

Perlu diketahui bahwa, peluang besar untuk platform Peer-to-Peer (P2P) Lending didukung oleh  konektivitas internet di Indonesia yang semakin baik. Baik itu pemberi pinjaman atau peminjam bisa dengan mudah melakukan  transaksi melalui platform Peer-to-Peer (P2P) Lending karena bisa dilakukan secara online. Selain itu, ada sebanyak 200 platform P2P lending di Indonesia, 88 diantaranya sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). KPMG mengungkapkan 10 platform terbaik yang dinilai memenuhi beberapa kriteria KPMG, seperti yang akan dijelaskan di bawah.

10 Besar Platform dalam The Fintech Edge!

Seperti yang sudah disebutkan diatas dalam Fintech Edge, dari 88 platform lokal yang terdaftar Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terdapat 10 platform yang pertumbuhannya cukup signifikan dalam beberapa aspek, melalui metode penilaian internal ditambah dengan standar dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan mekanisme penilaian:

1.      Manajemen Risiko

2.      Transparansi

3.      Tingkat Layanan

Sementara, untuk suku bunga tidak dimasukkan dalam penilaian, karena memiliki korelasi langsung dengan risiko pemberi pinjaman.

Sektor Peer-to-Peer (P2P) Lending ini memang bisa dikatakan masih dalam tahap pertumbuhan, tetapi nyatanya beberapa tahun belakangan P2P Lending berkembang sangat pesat. Karena itu, pemerintah melalui OJK telah mengaturnya melalui POJK 77/POJK.01/2016 bahwa setiap pemberi pinjaman dan peminjam wajib memiliki rekening bank, dengan pengecualian pinjaman kelompok.

Berikut Top 10 Platform Peer-to-Peer (P2P) Lending

1.      Akseleran (PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia)

2.      Amartha (PT Amartha Mikro Fintek)

3.      CROWDE (PT CROWDE Membangun Bangsa)

4.      Crowdo (PT Mediator Komunitas Indonesia)

5.      Danamas (PT Pasar Dana Pinjaman)

6.      Gradana (PT Gradana Teknoruci Indonesia)

7.      Investree (PT Investree Radhika Jaya)

8.      Koinworks (PT Lunaria Annua Teknologi)

9.      Mekar (PT Mekar Investama Sampoerna)

10.  Modalku (PT Mitrausaha Indonesia Group)

Untuk kamu yang ingin mulai melakukan pendanaan atau mengajukan pinjaman, top 10 platform P2P Lending versi KPMG The Fintech Edge bisa jadi pilihan kamu. Tetapi jika kamu ingin memiliki pendanaan yang mudah, aman, dan menguntungkan atau ingin mendapatkan pinjaman yang memiliki bunga kompetitif, prosesnya mudah dan sederhana, dengan  biaya yang terjangkau kamu bisa memilih Akseleran.

Lakukan Pendanaan atau Pinjaman Usaha di Akseleran!

Platform P2P Lending mempertemukan pemberi pinjaman (Lender) dengan peminjam (Borrower). Lender dapat mendanai borrower yang membutuhkan pinjaman, dan nantinya dapat menerima kembali dana beserta bunga pinjaman. Akseleran adalah salah satu P2P Lending berizin resmi OJK yang mempertemukan lender dengan UKM-UKM borrower yang membutuhkan pinjaman untuk modal usaha, seperti pengerjaan proyek, pembelian bahan baku, dan lain-lain.

Dengan memulai pendanaan sebagai Lender di P2P lending Akseleran kamu dapat mulai melakukan pendanaan hanya dengan Rp 100 ribu dan kamu bisa mendapatkan bunga rata-rata 18% hingga 21% per tahun. Khusus untuk kamu pengguna baru dapat menggunakan kode referral BLOG100 untuk mendapatkan dana awal senilai Rp 100 ribu.

Sebagai contoh, jika kamu melakukan pendanaan di Akseleran per bulan senilai Rp 1 juta dalam kurun waktu 12 bulan dengan bunga 21% per tahun. Maka bunga yang kamu terima setelah 12 bulan senilai Rp 1.117.365. Lumayan bukan? Karena itu, Akseleran memberikan kemudahan, rasa aman dan kelebihan dalam pengembangan dana kamu.

Sebagai borrower di Akseleran kamu juga dapat mengajukan pinjaman mencapai Rp 2 Miliar. Apabila usaha kamu memiliki Invoice/PO/SPK/Kontrak kamu bisa gunakan dokumen dokumen tersebut sebagai agunannya. Selain dokumen tersebut, persyaratan pengajuan lainnya di Akseleran juga mudah seperti:

1.      Usaha kamu sudah berjalan selama lebih dari 1 tahun dan berlokasi di wilayah Jabodetabek, Banten atau Bandung. Apabila usaha kamu berlokasi di luar wilayah tersebut kamu tetap bisa menggunakan layanan dari Akseleran jika pinjaman yang diajukan lebih dari 200 juta.

2.      Minimal pinjaman senilai Rp 75 juta

3.      Usaha kamu memiliki laba bersih di 1 tahun terakhir

4.      Usaha kamu memiliki rekening dan dapat menyertakan rekening koran dalam 3 bulan terakhir

5.      Mengisi form dan memberikan dokumen pendukung dengan lengkap

Gunakan juga aplikasi Akseleran di Android atau iOS agar kamu dapat memonitor hasil pendanaan maupun pengajuan kamu dengan lebih mudah.

Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]

Share:

Recent Posts